SEJARAH KECAMATAN CIHURIP

Cihurip itu kental dengan yang namanya situ Cihurip. Hal ini karena situ Cihurip ditemukan pertama kali oleh rombongan Prabu Siliwangi ketika lari dan menghindar dari kerajaan Kiansantang. Prabu Siliwangi menghindar karena memilih menolak ajakan Raden Kiansantang untuk masuk Islam.

Jadi Prabu Siliwangi memilih untuk pergi dari Pajajaran untuk menemukan daerah lain. Sudah banyak tempat yang Prabu Siliwangi sambangi untuk dijadikan persembunyiannya termasuk Godog. Hingga akhirnya beliau menemukan situ yang berada di tengah hutan.

Prabu Siliwangi dan rombongan akhirnya menjadikan area situ menjadi tempat tinggalnya. Semua prajuritnya diperintahkan untuk menebang pohon-pohon tinggi dan menanam tumbuh-tumbuhan. Lalu, beliau juga memerintahkan agar menanam ikan di situnya. Tetapi, Prabu Siliwangi tidak ingin menanam ikan yang berwarna merah. Hal tersebut dilakukan agar keberadaannya tidak diketahui oleh Kiansantang dan prajuritnya.

Setelah tinggal cukup lama, akhirnya Prabu Siliwangi memutuskan untuk pergi terus kearah selatan. Namun, sebelum pergi, beliau memberikan julukan kepada daerah tersebut. Julukan itu adalah “Situ Cihurip”. Julukan ini diberikan karena beliau merasa berkat situ ini dapat memberikan manfaat yang banyak sehingga bisa hidup dan aman.

Tetapi, ketika Prabu Siliwangi pergi dari situ Cihurip, ada beberapa prajuritnya yang memutuskan untuk tetap tinggal di sini. Diantaranya Aki Madrasik (Jawara Kerajaan), Aki Ilyasik (Penasehat Kerajaan), dan Aki Madtahir (Ahli hitung Kerajaan). Ketiga orang inilah akhirnya menjadi cikal bakal penduduk Cihurip yang dikenal sebagai Wiwitan para Jawara.

nara sumber : rd. h. m. romdon bin rd. h. m. hamim